Minggu, 25 Maret 2012

DPR: Isu Perpecahan Pimpinan KPK Adalah Upaya Corruptor Fights Back

Jakarta KPK terus diserang dengan isu perpecahan di dalam tubuh
lembaga antikorupsi ini. Isu perpecahan tersebut dinilai sebagai upaya
serangan balik dari para koruptor.

"Saya lihat ada upaya corruptor fights back, hal ini dilakukan dengan
menggerogoti kepemimpinan KPK jilid 3 ini. Mereka tidak ingin Abraham
dan kawan-kawan ini menjadi kompak, maka dibuat langkah lapor
melaporkan soal peningkatan status AS dan MG," ujar anggota Komisi III
DPR, Aboe Bakar Al Habsyi kepada detikcom, Sabtu (24/3/2012).

Aboe mengatakan masyarakat semua tahu banyak koruptor yang selalu
ingin menyelamatkan diri dari KPK. Maka ketika status mereka
ditingkatkan pastilah akan terjadi kepanikan dan apapun pasti
dilakukan termasuk melakukan delegitimasi.

"Mereka benar-benar sadar bahwa KPK adalah kuburan buat koruptor,
sehingga bila status sudah dinaikkan menjadi tersangka sudah tak ada
lagi jalan keluar buat mereka, karena KPK tidak mengenal adanya SP3,"
tegas Ketua DPP PKS ini.

Menurut Aboe adanya pihak yang menyoal penaikan status tersangka
bukanlah hal yang baru. Ini merupakan bagian dari agen yang hendak
melakukan corruptor fights back.

"KPK tidak boleh takut, kita akan terus mensupport KPK untuk melakukan
pemberantasan korupsi, termasuk mewaspadai upaya pihak-pihak tertentu
untuk melakukan deligitimasi peningkatan status tersangka. Abraham
tidak boleh gamang, jangan takut dengan ancaman koruptor kayak gini,
mereka diangkat secara legitimate, mereka medapat mandat dari negara
dan menerima amanah dari rakyat untuk memberangus tikus-tikus berdasi
yang menggerogoti keuangan Negara," paparnya.

"Jangan ragu untuk memproses para tersangka yang ada, tidak perlu
galau, Abraham Samad harus fokus pada tugasnya, saya yakin publik bisa
menilai siapakah yang bermanuver. Pastilah masyarakat bisa membedakan,
mana yang agen para koruptor dan siapa yang berbhakti pada negeri
ini," tutupnya.

Sementara itu anggota Komisi III lainnya Achmad Basarah mengatakan
untuk mensolidkan para pimpinan KPK, mereka harus menyamakan dulu visi
dan misi mereka. Jika visi dan misi sudah sama, maka metode dan
kinerja mereka pasti akan sama.

"Kalau sudah menyangkut langgam atau style kepemimpinan tentu tidak
bisa disamakan karena mereka datang dari latar belakang yang
berbeda-beda. Rasanya akan sulit mengharapkan KPK jilid 3 ini akan
solid sepanjang misi mereka menjadi Pimpinan KPK berbeda-beda," jelas
Wasekjen PDIP ini.

Menurut Basarah dengan pemeriksaan kepada Angelina Sondakh dan Miranda
Gultom akan diketahui sampai sejauh mana keterlibatan mereka dalam
sangkaan yang dituduhkan kepada keduanya.

"Saya melihat tidak ada kendala teknis hukum apapun untuk memeriksa
mereka karena memanggil tersangka dan kemudian memeriksa adalah
kewenangan yang melekat dalam institusi KPK," paparnya.

"Saya yakin ada kekuatan tertentu di internal KPK yang berusaha keras
menjegal keputusan KPK untuk memeriksa mereka.‎​ kita harus berikan
penguatan kepada Abraham agar Angie dan Miranda segera diperiksa,"
tutupnya.

0 komentar:

Posting Komentar